Selasa, 21 Agustus 2012

Cara membuat status biru di Facebook

Hay para Sobat Facebook, kini saya akan menjelaskan Cara membuat status Biru di Facebook ..
ni ikuti langkah2 nya ::

1. Silahkan anda membuat status Via apa aja deh, yang anda suka,,
2. Copy Kode dibawah ini  dan paste kan di dalam kotak status anda

@[100002079431980:0:Kalimat Sobat di sini]

3. lalu Update status Sobat, status Sobat akan menjadi Biru ..

gampang kan??


:::: Sekian dan Terimakasih ::::

Masuknya Agama Hindu Budha ke Indonesia

Agama Hindu dan Budha berasal dari Jazirah India yang sekarang meliputi wilayah negara India, Pakistan, dan Bangladesh. Kedua agama ini muncul pada dua waktu yang berbeda (Hindu: ±1500 SM, Budha: ±500 SM), namun berkembang di Indonesia pada waktu yang hampir bersamaan. Munculnya agama Hindu dan Budha di Indonesia berawal dari hubungan dagang antara pusat Hindu Budha di Asia seperti China dan India dengan Nusantara. Hubungan dagang antara masyarakat Nusantara dengan para pedagang dari wilayah Hindu Budha inilah yang menyebabkan adanya asimilasi budaya, sehingga agama Hindu dan Budha lambat laun mulai berkembang di Nusantara.


Kepulauan Nusantara yang diapit oleh dua benua (Asia dan Australia) serta oleh dua samudra (Hindia dan Pasifik), mempunyai letak yang sangat strategis dalam jalur perdagangan dunia kala itu. Hal ini membuat para pedagang asing dari negeri-negeri lain seperti Cina, India, Persia, dan Arab sering singgah di kepulauan Nusantara. Para pedagang asing ini tidak hanya berkepentingan untuk berdagang di Nusantara. Mereka juga menjalin interaksi secara sosial budaya dengan masyarakat lokal, sehingga masuklah pengaruh-pengaruh kebudayaan mereka ke Nusantara, termasuk pengaruh kebudayaan Hindu dan Budha. Sebenarnya ada beberapa teori yang diajukan oleh para ahli mengenai siapa sebenarnya yang membawa agama Hindu dan Budha di Indonesia, berikut adalah beberapa teori/hipotesa mengenai masuknya agama hindu dan budha di indonesia.

1. Teori Brahmana

Teori yang diprakarsai oleh Van Leur ini menyatakan bahwa kaum Hindu dari kasta Brahmanalah yang mempunyai peran paling besar dalam proses masuknya agama dan budaya Hindu di Indonesia. Hal ini mengingat bahwa Kitab Weda ditulis dengan Bahasa Sansekerta yang hanya dipahami oleh kaum Brahmana. Para Brahmana yang berasal dari pusat-pusat Hindu di dunia ini datang karena undangan para penguasa lokal yang ingin yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai agama Hindu. Para raja/penguasa pribumi tersebut adalah penganut kepercayaan animisme dan dinamisme sebelum datangnya pengaruh Hindu dan Budha.

2. Hipotesa Ksatria

Menurut teori yang diusung oleh C.C. Berg ini, agama Hindu dibawa ke Indonesia oleh kaum ksatria (kaum prajurit kerajaan). Hal ini terjadi karena pada awal abad Masehi sering terjadi kekacauan politik di India sehingga sering terjadi perang antargolongan di negeri ini. Para prajurit perang yang terdasak musuh atau telah jenuh berperang akhirnya meninggalkan tanah air mereka. Diantara para ksatria yang mencari tempat pelarian ini, sebagian ada yang mencapai Indonesia. Mereka inilah yang kemudian membuat koloni dan beralkulturasi dengan penduduk lokal. Hal ini membuat semakin banyak masyarakat lokal yang menganut agama Hindu, pada perkembangan berikutnya, akhirnya lahirlah kerajaan Hindu di Nusantara.

3. Hipotesa Waisya

Menurut teori ini, kaum Hindu dari kasta Waisya adalah yang paling berjasa dalam penyebaran agama Hindu di Indonesia. Kaum Waisya adalah mereka yang berasal dari kalangan pekerja ekonomi seperti pedagang dan saudagar. Para pedagang yang berasal dari India atau pusat-pusat Hindu lain di Asia ini banyak melakukan hubungan dagang dengan masyarakat atau penguasa pribumi. Hali inilah yang membuka peluang bagi masuknya agama Hindu di Indonesia. Teori Waisya ini diprakarsai oleh Dr. N. J. Krom.

4. Hipotesa Sudra

Orang-orang yang tergolong dalam Kasta Sudra adalah mereka yang dianggap sebagai orang buangan. Kaum Sudra ini diduga datang ke Indonesia bersama kaum Waisya atau Ksatria. Karena datang dalam jumlah yang sangat besar, kaum Sudra inilah yang telah memberikan andil paling besar terkait masuknya agama Hindu ke Indonesia.

Meskipun disampaikan oleh para ahli, keempat teori diatas tetap mempunyai kelemahannya masing-masing. Hal tersebutkarena kitab Weda yang merupakan kitab suci agama Hindu ditulis menggunakan bahasa Sansekerta dan Pallawa yang notabene hanya dikuasai oleh kaum Brahmana. Kaum Ksatria, Waisya, dan Sudra tentu saja akan sangat kesulitan menyebarkan agama Hindu di Indonesia karena mereka tidak memahami Bahasa Sansekerta yang merupakan bahasa dalam kitab Weda. Namun demikian, menurut kepercayaan India kuno, kaum Brahmana tidak boleh menyeberangi lautan sehingga hampir mustahil untuk kaum Brahmana menyebarkan Hindu di Indonesia Secara langsung.

Karena keempat teori yang saya sampaikan diatas memiliki banyak kelemahan, maka muncullah teori lain yaitu teori arus balik. Teori ini dicetuskan oleh F.D.K Bosch, menurutnya Agama Hindu masuk ke Indonesia karena dibawa oleh orang Indonesia sendiri. Orang-orang Indonesia yang membawa Agama Hindu ke Indonesia ini berasal dari golongan pemuda yang memang sengaja dikirim oleh para penguasa pribumi untuk mempelajari agama Hindu dan Budha di India. Setelah selesai belajar di India, mereka kemudian pulang ke Nusantara lalu mulai menyebarkan agama Hindu atau Budha.

Masuknya Islam ke Indonesia

Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, kepemimpinan Islam dipegang oleh para khalifah. Dibawah kepemimpinan para khalifah, agama Islam mulai disebarkan lebih luas lagi. Sampai abad ke-8 saja, pengaruh Islam telah menyebar ke seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, dan Spanyol. Kemudian pada masa dinasti Ummayah, pengaruh Islam mulai berkembang hingga Nusantara.

Sejarah mencatat, kepulauan-kepulauan Nusantara merupakan daerah yang terkenal sebagai penghasil rempah-rempah terbesar di dunia. Hal tersebut membuat banyak pedagang dari berbagai penjuru dunia datang ke Nusantara untuk membeli rempah-rempah yang akan dijual kembali ke daerah asal mereka. Termasuk para pedagang dari Arab, Persia, dan Gujarat. Selain berdagang, para pedagang muslim tersebut juga berdakwah untuk mengenalkan agama Islam kepada penduduk lokal.


peta jalur perdagangan
Peta jalur perdagangan kuno yang melalui Indonesia

Teori-Teori Masuknya Islam ke Indonesia

Menurut beberapa sejarawan, agama Islam baru masuk ke Indonesia pada abad ke-13 Masehi yang dibawa oleh para pedagang muslim. Meskipun begitu, belum diketahui secara pasti sejak kapan Islam masuk ke Indonesia karena para ahli masih berbeda pendapat mengenai hal tersebut. Setidaknya ada tiga teori yang mencoba menjelaskan tentang proses masuknya Islam ke Indonesia yaitu teori Mekkah, teori Gujarat, dan teori Persia.
  1. Teori Gujarat, Teori yang dipelopori oleh Snouck Hurgronje ini menyatakan bahwa agama Islam baru masuk ke Nusantara pada abad ke-13 Masehi yang dibawa oleh para pedagang dari Kambay (Gujarat), India.

  2. Teori Persia, Teori ini dipelopori oleh P.A Husein Hidayat. Teori Persia ini menyatakan bahwa agama Islam dibawa oleh para pedagang dari Persia (sekarang Iran) karena adanya beberapa kesamaan antara kebudayaan masyarakat Islam Indonesia dengan Persia.

  3. Teori Mekkah, Teori ini adalah teori baru yang muncul untuk menyanggah bahwa Islam baru sampai di Indonesia pada abad ke-13 dan dibawa oleh orang Gujarat. Teori ini mengatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia langsung dari Mekkah (arab) sebagai pusat agama Islam sejak abad ke-7. Teori ini didasari oleh sebuah berita dari Cina yang menyatakan bahwa pada abad ke-7 sudah terdapat sebuah perkampungan muslim di pantai barat Sumatera.

Sebuah batu nisan berhuruf Arab milik seorang wanita muslim bernama Fatimah Binti Maemun yang ditemukan di Sumatera Utara dan diperkirakan berasal dari abad ke-11 juga menjadi bukti bahwa agama Islam sudah masuk ke Indonesia jauh sebelum abad ke-13.

Proses Masuknya Islam di Indonesia

Proses masuknya islam ke Indonesia dilakukan secara damai dengan cara menyesuaikan diri dengan adat istiadat penduduk lokal yang telah lebih dulu ada. Ajaran-ajaran Islam yang mengajarkan persamaan derajat, tidak membeda-bedakan si miskin dan si kaya, si kuat dan si lemah, rakyat kecil dan penguasa, tidak adanya sistem kasta dan menganggap semua orang sama kedudukannya dihadapan Allah telah membuat agama Islam perlahan-lahan mulai memeluk agama Islam.

Proses masuknya Islam ke Indonesia dilakukan secara damai dan dilakukan dengan cara- cara sebagai berikut.
  1. Melalui Cara Perdagangan

    Indonesia dilalui oleh jalur perdagangan laut yang menghubungkan antara China dan daerah lain di Asia. Letak Indonesia yang sangat strategis ini membuat lalu lintas perdagangan di Indonesia sangat padat karena dilalui oleh para pedagang dari seluruh dunia termasuk para pedagang muslim. Pada perkembangan selanjutnya, para pedagang muslim ini banyak yang tinggal dan mendirikan perkampungan islam di Nusantara. Para pedagang ini juga tak jarang mengundang para ulama dan mubaligh dari negeri asal mereka ke nusantara. Para ulama dan mubaligh yang datang atas undangan para pedagang inilah yang diduga memiliki salah satu peran penting dalam upaya penyebaran Islam di Indonesia.

  2. Melalui Perkawinan

    Bagi masyarakat pribumi, para pedagang muslim dianggap sebagai kelangan yang terpandang. Hal ini menyebabkan banyak penguasa pribumi tertarik untuk menikahkan anak gadis mereka dengan para pedagang ini. Sebelum menikah, sang gadis akan menjadi muslim terlebih dahulu. Pernikahan secara muslim antara para saudagar muslim dengan penguasa lokal ini semakin memperlancar penyebaran Islam di Nusantara.

  3. Melalui Pendidikan

    Pengajaran dan pendidikan Islam mulai dilakukan setelah masyarakat islam terbentuk. Pendidikan dilakukan di pesantren ataupun di pondok yang dibimbing oleh guru agama, ulama, ataupun kyai. Para santri yang telah lulus akan pulang ke kampung halamannya dan akan mendakwahkan Islam di kampung masing-masing.

  4. Melalui Kesenian
    Wayang adalah salah satu sarana kesenian untuk menyebarkan islam kepada penduduk lokal. Sunan Kalijaga adalah salah satu tokoh terpandang yang mementaskan wayang untuk mengenalkan agama Islam. Cerita wayang yang dipentaskan biasanya dipetik dari kisah Mahabrata atau Ramayana yang kemudian disisipi dengan nilai-nilai Islam.

    © Copyright :: Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia

Sejarah kedatangan Agama Kristen ke Indonesia



Kristen Katolik dibawa masuk ke Indonesia oleh bangsa Portugis, khususnya di pulau Flores dan Timor.
Kristen Protestan pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Belanda pada abad ke-16 M dengan pengaruh ajaran Calvinis dan Lutheran. Wilayah penganut animisme di wilayah Indonesia bagian Timur, dan bagian lain, merupakan tujuan utama orang-orang Belanda, termasuk Maluku, Nusa Tenggara, Papua dan Kalimantan. Kemudian, Kristen menyebar melalui pelabuhan pantai Borneo, kaum misionarispun tiba di Toraja, Sulawesi. Wilayah Sumatera juga menjadi target para misionaris ketika itu, khususnya adalah orang-orang Batak, dimana banyak saat ini yang menjadi pemeluk Protestan.
[sunting] Umat Katolik Perintis di Indonesia: 645 - 1500
Agama Katolik untuk pertama kalinya masuk ke Indonesia pada bagian pertama abad ketujuh di Sumatera Barat. Fakta ini ditegaskan kembali oleh (Alm) Prof. Dr. Sucipto Wirjosuprapto. Untuk mengerti fakta ini perlulah penelitian dan rentetan berita dan kesaksian yang tersebar dalam jangka waktu dan tempat yang lebih luas. Berita tersebut dapat dibaca dalam sejarah kuno karangan seorang ahli sejarah Shaykh Abu Salih al-Armini yang menulis buku “Daftar berita-berita tentang Gereja-gereja dan pertapaan dari provinsi Mesir dan tanah-tanah di luarnya”. yang memuat berita tentang 707 gereja dan 181 pertapaan Serani yang tersebar di Mesir, Nubia, Abbessinia, Afrika Barat, Spanyol, Arabia, India dan Indonesia.
Dengan terus dilakukan penyelidikan berita dari Abu Salih al-Armini kita dapat mengambil kesimpulan kota Barus yang dahulu disebut Pancur dan saat ini terletak di dalam Keuskupan Sibolga di Sumatera Barat adalah tempat kediaman umat Katolik tertua di Indonesia. Di Barus juga telah berdiri sebuah Gereja dengan nama Gereja Bunda Perawan Murni Maria (Gereja Katolik Indonesia seri 1, diterbitkan oleh KWI)
[sunting] Awal Mula: abad ke-14 sampai abad ke-18
Dan selanjutnya abad ke-14 dan ke-15 entah sebagai kelanjutan umat di Barus atau bukan ternyata ada kesaksian bahwa abad ke-14 dan ke-15 telah ada umat Katolik di Sumatera Selatan.
Kristen Katolik tiba di Indonesia saat kedatangan bangsa Portugis yang berdagang rempah-rempah.
Banyak orang Portugis yang memiliki tujuan untuk menyebarkan agama Katolik Roma di Indonesia, dimulai dari kepulauan Maluku pada tahun 1534. Antara tahun 1546 dan 1547, pelopor misionaris Kristen, Fransiskus Xaverius, mengunjungi pulau itu dan membaptiskan beberapa ribu penduduk setempat.
Selama masa VOC, banyak praktisi paham Katolik Roma yang jatuh, dalam hal kaitan kebijakan VOC yang mengutuk agama itu. Yang paling tampak adalah di Flores dan Timor Timur, dimana VOC berpusat. Lebih dari itu, para imam Katolik Roma telah dikirim ke penjara atau dihukum dan digantikan oleh para imam Protestan dari Belanda.Seorang imam Katolik Roma telah dieksekusi karena merayakan misa kudus di suatu penjara semasa Jan Pieterszoon Coen menjabat sebagai gubernur Hindia Belanda.
Pada tahun 2006, 3% dari penduduk Indonesia adalah Katolik, lebih kecil dibandingkan para penganut Protestan. Mereka kebanyakan tinggal di Papua dan Flores.
[sunting] Kristen Protestan
Kristen Protestan berkembang di Indonesia selama masa kolonial Belanda (VOC), pada sekitar abad ke-16. Kebijakan VOC yang mengutuk paham Katolik dengan sukses berhasil meningkatkan jumlah penganut paham Protestan di Indonesia. Agama ini berkembang dengan sangat pesat di abad ke-20, yang ditandai oleh kedatangan para misionaris dari Eopa ke beberapa wilayah di Indonesia, seperti di wilayah barat Papua dan lebih sedikit di kepulauan Sunda. Pada 1965, ketika terjadi perebutan kekuasaan, orang-orang tidak beragama dianggap sebagai orang-orang yang tidak ber-Tuhan, dan karenanya tidak mendapatkan hak-haknya yang penuh sebagai warganegara. Sebagai hasilnya, gereja Protestan mengalami suatu pertumbuhan anggota, sebagian besar dari mereka merasa gelisah atas cita-cita politik partai Islam.
Protestan membentuk suatu perkumpulan minoritas penting di beberapa wilayah. Sebagai contoh, di pulau Sulawesi, 17% penduduknya adalah Protestan, terutama di Tana Toraja dan Sulawesi Tengah. Sekitar 65% penduduk di Tana Toraja adalah Protestan. dibeberapa wilayah, keseluruhan desa atau kampung memiliki sebutan berbeda terhadap aliran Protestan ini, seperti Adventist atau Bala Keselamatan, tergantung pada keberhasilan aktivitas para misionaris.
Di Indonesia, terdapat dua provinsi yang mayoritas penduduknya adalah Protestan, yaitu Papua dan Sulawesi Utara, dengan 60% dan 64% dari jumlah penduduk.Di Papua, ajaran Protestan telah dipraktikkan secara baik oleh penduduk asli. Di Sulawesi Utara, kaum Minahasa yang berpusat di sekeliling Manado, berpindah agama ke Protestan pada sekitar abad ke-19. Saat ini, kebanyakan dari penduduk asli Sulawesi Utara menjalankan beberapa aliran Protestan. Selain itu, para transmigran dari pulau Jawa dan Madura yang beragama Islam juga mulai berdatangan. Pada tahun 2006, lima persen dari jumlah penduduk Indonesia adalah penganut Kristen Protestan.

Chord & Lirik Lagu Armada band - Hargai Aku


Intro : G Am D G
G              Am          E       G
Seringkali kau merendahkanku
F           Bm    Em
Melihat dengan sebelah matamu
F                    D     G
Aku bukan siapa-siapa
www.liriklagu.info
G         E   Am             D      G
Selalu saja kau anggap ku lemah
Am       D        Bm              E
Merasa hebat dengan yang kau punya
Am              D              G
Kau sombongkan itu semua
C      D          G
Coba kau lihat dirimu dahulu
E    A     D                G
Sebelum kau nilai kurangnya diriku
C         D      G
Apa salahnya hargai diriku
Em   D        C    D-G
Sebelum kau nilai siapa diriku
G           Em                   Am       D          G      E                   Am
Sering kali (sering kali) kau merendahkanku (kau merendahkanku)
D         Bm       Em
Melihat dengan sebelah matamu
Am       D             G
Aku bukan siapa-siapa
C      D          G
Coba kau lihat dirimu dahulu
E     A    D               G
Sebelum kau nilai kurangnya diriku
C        D      G
Apa salahnya hargai diriku
Am  D         G
Sebelum kau nilai siapa diriku
Int : C D G Em
Am D G
C Am D Bm
Em Am D G
C      D           G
Coba kau lihat dirimu dahulu
E     A    D               G
Sebelum kau nilai kurangnya diriku
C        D      B
Apa salahnya hargai diriku
Am   D        G
Sebelum kau nilai siapa diriku
E       G# E    Am  D             C
Sebelum kau nilai… siapa diriku

Lirik lagu Armada – Hargai aku di atas adalah hak cipta / hak milik dari pengarang, artis, band dan label musik yg bersangkutan.

Chord & Lirik Lagu Armada band - Cinta Itu Buta

Intro:B E C#m F#   A-C
B E C#m F#
B
Salahkah bila aku mencintaimu
G#m
Dan berharap engkau kan jadi milikku
E                                            F#
Walau banyak yang bilang kau tak pantas untukku
B
Sayang ku mohon jangan tolak cintaku
G#m
Jiwa ragaku ini hanya untukkmu
E                                F#
Aku rela berkorban demi cintamu itu
E
Biarlah orang berkata apa
chorus:
B    E     C#m       F#
oooh ooooo Manusia tiada yang sempurna
B    E     C#m       F#
oooh ooooo Ku terima kau apa adanya
B    E     C#m          F#
oooh ooooo Yang penting aku bahagia
B    E     C#m     F#
oooh ooooo oooh ooooo
B
Sayang ku mohon jangan tolak cintaku
G#m
Jiwa ragaku ini hanya untukkmu
E                                F#
Aku rela berkorban demi cintamu itu
E
Biarlah orang berkata apa
Chorus:
B    E     C#m       F#
oooh ooooo Manusia tiada yang sempurna
B    E     C#m       F#
oooh ooooo Ku terima kau apa adanya
B    E     C#m          F#
oooh ooooo Yang penting aku bahagia
B    E     C#m     F#
oooh ooooo oooh ooooo
Solo: G#m F# B
G#m F# E F#
E
Biarlah orang berkata apa
B    E     C#m F#
oooh ooooo
B    E     C#m F#
oooh ooooo
Chorus:
B    E     C#m       F#
oooh ooooo Manusia tiada yang sempurna
B    E     C#m       F#
oooh ooooo Ku terima kau apa adanya
B    E     C#m          F#
oooh ooooo Yang penting aku bahagia
B    E     C#m     F#
oooh ooooo oooh ooooo
B    E     C#m       F#
oooh ooooo Manusia tiada yang sempurna
B    E     C#m       F#
oooh ooooo Ku terima kau apa adanya
B    E     C#m          F#
oooh ooooo Yang penting aku bahagia
B    E     C#m     F#
oooh ooooo oooh ooooo
E           F#       B
Sayang.. cinta itu buta


Lirik lagu Armada Band – Cinta Itu Buta di atas adalah hak cipta / hak milik dari pengarang, artis, band dan label musik yg bersangkutan.

Chord & Lirik Lagu Armada band - Ku Ingin Setia

E
aku tak mampu menyakitimu
aku tak sanggup untuk menduakanmu
E B         C#m
aku tak mampu menyakitimu
A           F#m   B             E
aku tak sanggup untuk menduakanmu
E      B    C#m
ku tak mungkin mencintaimu
B        A    G#m    F#m      B
karena hatiku tlah dimiliki dia
E      B  C#m   B        A
kau tak mungkin memilikiku sepenuh hati
F#m   B         E
aku hanya ingin setia
E B         C#m
aku hargai  ketulusanmu
A          F#m   B             E
untuk cintamu  tapi ku milik dia
chorus:
E      B    C#m
ku tak mungkin mencintaimu
B        A    G#m    F#m      B
karena hatiku tlah dimiliki dia
E      B  C#m   B        A
kau tak mungkin memilikiku sepenuh hati
F#m   B
aku hanya ingin setia
solo: A F#m E
F#m A B
chorus:
E      B    C#m
ku tak mungkin mencintaimu
G#m      A    G#m    F#m      B
karena hatiku tlah dimiliki dia
E      B  C#m   B        A
kau tak mungkin memilikiku sepenuh hati
F#m   B
aku hanya ingin setia
E      B    C#m
ku tak mungkin mencintaimu
G#m      A    G#m    F#m      B
karena hatiku tlah dimiliki dia
E      B  C#m   B        A
kau tak mungkin memilikiku sepenuh hati
F#m   B         C#m
aku hanya ingin setia
B   F#m   B         A Am B
aku hanya ingin setia
E B C#m B A B
E D
E B C#m B A B E

Lirik lagu Armada – Ku Ingin Setia di atas adalah hak cipta / hak milik dari pengarang, artis, band dan label musik yg bersangkutan.

Chord & Lirik Lagu Armada band - Pemilik Hati

C
lihat ku disini
F
kau buatku menangis
Dm
kuingin menyerah
G
tapi tak menyerah
Dm
mencoba lupakan
G
tapi ku bertahan
chorus:
C       G          Am
kau terindah kan slalu terindah
G      Dm             G
aku bisa apa tuk memilikimu
C      G           Am
kau terindah kan slalu terindah
G      Dm                  G
harus bagaimana ku mengungkapkannya
Dm          G   C
kau pemilik hatiku
int: C F
C
mungkin lewat mimpi
F
kubisa tuk memberi
Dm
ku ingin bahagia
G
tapi tak bahagia
Dm
ku ingin dicinta
G
tapi tak dicinta
chorus:
C       G          Am
kau terindah kan slalu terindah
G      Dm             G
aku bisa apa tuk memilikimu
C      G           Am
kau terindah kan slalu terindah
G      Dm                  G
harus bagaimana ku mengungkapkannya
Dm          G   C
kau pemilik hatiku
solo: F G Em A
F G
chorus:
C       G          Am
kau terindah kan slalu terindah
G      Dm             G
aku bisa apa tuk memilikimu
C      G           Am
kau terindah kan slalu terindah
G      Dm                  G
harus bagaimana ku mengungkapkannya
Em A
hoooo ooo oo
Dm          G   Am G
kau pemilik hatiku
Dm
kau pemilik hati
Em          A
kau pemilik hati
Dm          G   C
kau pemilik hatiku



Lirik lagu Armada – Pemilik Hati di atas adalah hak cipta / hak milik dari pengarang, artis, band dan label musik yg bersangkutan.